My Time's

Selasa, 17 Mei 2011

Ingin Menjadi Aisyah Bukan Khadijah.. Benarkah???

Bismillahirrahmanirrahiim..

Segala Puji bagi Allah yang telah menyempurnakan langit tanpa tiang dan menjadikan taburan bintang sebagai  pelengkap indah dan pesonanya.. Semoga sholawat dan salam tetap tercurah kepada sosok mulia dan dicintai penduduk langit dan bumi, Dialah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.. "Makhluk Mulia Dan Penuh Misteri"



Duhai saudariku..
Kupersembahkan senandung ujung penaku ini untukmu yang ingin merasakan indah paripurnanya risalah langit dan Allah azza wa jalla agar bertambah dan semakin kokoh hasratmu dalam menikmati posisimu sebagai kaum hawa..

"Tak ada seorangpun yang aku cemburui selain khadijah". (Aisyah Radhiyallahu anha)

Beberapa hari yg lalu dalam sebuah liqo' yang pesertanya terdiri dari para murobbiyah(pembina) akhwat, seorang murobbiyah menanyakan pendapatku tentang pertanyaan rekan murobbiyah lainnya yang berkata "Kalo aku sih maunya jadi aisyah saja bukan Khadijah".

Ukhti..
Aku tercenung sesaat mendengar pertanyaan itu. Apa maksud yang terkandung didalamnya?. Benarkah ia mengenali Khadijah dan aisyah sehingga kemudian ia lebih memilih menjadi aisyah dari pada menjadi Khadijah?? Padahal aisyah saja lebih cemburu kepada Khadijah..

"Kau sebut-sebut selalu nama wanita tua itu. Bukankah Allah telah memberimu pengganti yang lebih baik?" seru aisyah. Mendengar itu Rasulullah amat marah dan berkata: "Tidak! Allah tidak memberiku pengganti yang lebih baik darinya. Ia memberikan hartanya disaat semua orang melecehkan dan menjauhi aku. Dan dialah orang yang pertama beriman kepadaku".

Ya Ukhtiiiiii.. Pahamilah..!!
Betapapun Aisyah gadis belia, cantik, manja, dan suci.. Ia juga tak mampu menghapus bayang Khadijah dimata Rasulullah.. Sebab cinta Khadijah kepadanya jauh lebih belia, cantik, manja, dan suci dari "kesucian" itu sendiri..

Betapapun Aisyah dicintai Nabi.. Tetapi ia juga tak mampu menghapus bayang Khadijah dimata Rasulullah.. Sebab Khadijah telah membuktikan sepenuh-penuh cintanya untuk sang kekasihnya itu..

Betapapun Aisyah menawarkan keremajaan cintanya kepada Nabi.. Tetapi tak juga mampu menghapus bayang Khadijah dimata Rasulullah.. sebab kedewasaan dan ketangguhan Khadijahlah yang telah meneguhkan langkah Rasulullah.. Menemaninya saat ia sendiri.. Mengokohkannya saat Beliau merapuh.. Dan memberikan segala yang dimilikinya untuk perjuangan suami tercinta..

Jadi Ya Ukhtiii...
Jangan katakan kau hanya ingin menjadi Aisyah daripada Khadijah, sebab Aisyah pun begitu ingin menjadi seperti Khadijah..

sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=487137908120

Tidak ada komentar:

Posting Komentar