My Time's

Rabu, 18 Mei 2011

PESANKAN SAYA TEMPAT DI NERAKA (KISAH NYATA)

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk mempertahankan pakaian kesopanannya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika.

Berbeda dengan musim dingin, menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multi fungsi.


Dalam sebuah perjalanan yg cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria, di sebua mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Tentu saja dengan cara berpakaian seperti itu mengundang "perhatian" kalau bisa di bahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yg kebetulan duduk di sampingnya mengingatkan bahwa pakaian yg di kenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yg tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orangtua itu bicara dengan hati2, pelan2, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut???
Rupanya dia tersinggung, lalu ia expresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.!!

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya.! Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda..!!!!!"

Sebuah respon yg sangat frontal. Orangtua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat2 Allah. Penumpang lain yg mendengar kemarahan wanita itu ikut kaget lalu terdiam.

Detik2 berikutkannya, suasana begitu senyap. Beberapa orang begitu kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan dipenghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria.

Kini para penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yg masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada di dekat pintu keluar.

"Bangunkan saja!!", kata seorang penumpang
"Iya, bangunkan saja!!!", teriak penumpang lainnya.

Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang penumpang lain mencoba mendekatinya utk membangunkannya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah.

Namun, Astaghfirullah!! Apakah yg terjadi???

Perempuan muda tersebut benar2 tdk bangun lagi. Dia menemui ajalnya dalam keadaan memesan Neraka.!

Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana dilakukan bapaktua yg duduk disampingnya. Adapula yg histeris berteriak mengucapkan Allahu Akbar dengn linangan airmata.

Sebuah akhir yg menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya setiap orang mengetahui akhir hidupnya,
Seandainya setiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir kapan saja,
Seandainya setiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yg buruk,
Seandainya setiap orang tau bagaimana kemurkaan Allah....

Sungguh, Allah masih menyayangi kita yg masih terus dibimbing-Nya..
Allah akan semakin mendekatkan orang2 yg dekat dengannya utk semakin dekat..

Dan mereka yg terlena seharusnya segera sadar..
Mumpung kesempatan itu masih ada..

Apakah booking tempatnya terpenuhi dialam sana??? 

Wallahu a'lam..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar